Landasan Amal


Alhamdulillah, karunia yang telah Allah SWT berikan kepada kita sungguh tak terhitung jumlahnya. Rizqi yang telah Allah alirkan untuk keluarga kita melebihi cukup untuk kebutuhan sehari-hari, maka sungguh tidak pantas bagi kita apabila tiada rasa syukur dalam hati atas limpahan rizqi-Nya. “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tiadalah dapat kamu menghitungnya” (QS:Ibrahim: 34)

Sholawat serta salam bagi nabi junjungan kita, nabi yang penuh kemuliaan, nabi yang memberikan tauladan yang sangat sempurna atas tatanan hidup kita dalam semua aktivitas yang ada, nabi yang merindukan kita untuk berkumpul di Jannah-Nya, nabi yang menjelang wafatnya masih menghawatirkan kita ummatnya” ummati  ummati  ummati, nabi yang meninggalkan wasiat kepada kita “jagalah sholat”. Nabi Allah Muhammad SAW, nabi yang diperintahkan oleh Allah swt untuk berkurban dan perintah itu juga untuk kita ummatnya.

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah" (QS. Al Kautsar : 1-2)

Surat tersebut menjadikan kita lebih mantap untuk mengeluarkan rizqi yang telah Allah swt berikan kepada kita, untuk ibadah qurban, karena dengan berqurban merupakan tanda syukur kita atas nikmat-Nya dan wujud ketakwaan kita kepada Allah swt.

Dari Aisyah Radiallahu Anha bahwsannya Nabi Muhammad Shalallohu 'alaihi wassallam telah bersabda: "Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu." (Riwayat al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)